Bismillaahirrahmanirrahim…
Pribadi
Terima Kasih telah mengunjungi Blog Pribadiku, semoga Blog ini memberikan manfaat kepada Anda setidaknya Anda lebih mengenal saya secara Pribadi. Halaman ini saya buat agar Anda lebih mengenal dengan jelas siapa saya.
Kenalkan nama saya Rif’an Muazin, seorang Pria usia 29 tahun, mendekati 30 tahun, tepatnya pada tanggal 12 April 2012 nanti adalah tepat usia saya 30 tahun.
Saya adalah seorang suami dari lina irawan dan seorang bapak dari Raul Delapena Setiawan (10 tahun) serta Azzam Bilal Chamdy (9 bulan), Saya bekerja sebagai seorang Dealer Pulsa melalui dua situs saya yaitu http://bosspulsa.com dan http://bosspulsa.net serta bisnis perdana cantik melalui Facebook dan http://bossperdana.com.
Saya dilahirkan di Pati, dan menikah dengan Lina Irawan istri saya yang asli sukabumi dan sekarang berdomisili di Perum Kasongan Permai, Bantul, Yogyakarta.
Agama (Ad-Din)
Saya beragama mengikuti Allaah Subhanahu Wata’ala yang hanya mengakui Islam sebagai Agama yang benar, dan Agama lain adalah Salah serta Bathil. Sebagai seorang muslim sejati saya meyakini bahwa selain Islam adalah Kafir dan mereka semua berhak atas neraka. Jadi saya ajak kepada siapa saja yang Kafir (non muslim) di antara pembaca sekalian untuk memeluk agama Islam. Islam menawarkan Syurga dan islam merupakan satu-satunya agama yang benar-benar Tauhid (monotheisme) dan satu-satunya Agama yang memiliki Kitab Suci Al-Qur’an yang terjaga kemurniannya hingga akhir kiamat, dan satu-satunya Agama yang melarang pemaksaan dalam agama.
Madhab atau Manhaj dalam Islam banyak sekali namun saya mengikuti Manhaj Salaf, manhaj salaf maksudnya berislam sesuai para pendahulu Islam (nabi, sahabat dan Ulama’) yang sholih. Kami beribadah dan beramal sebagaimana mereka beramal (idealnya).
Politik
Saya sebagai seorang muslim, yang mengikuti tuntunan Nabi Muhammad dan Sahabatnya maka saya tidak berpolitik ala politik Kafir Demokrasi. Prinsip Politik kami adalah sebagai warga negara kami wajib taat kepada pemimpin kami yaitu Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan kroni-kroninya asalkan tidak menyuruh kami kepada kemaksiatan. Segala maslahat umum seperti Berhenti saat lampu merah, memakai helm saat berkendara dan semua aturan jalan karena itu tidak melanggar Syariat maka kami meyakini itu sebagai kewajiban. Sementara pemilu karena itu tidak berhukum dengan hukum Allaah maka kami tidak akan aktif kecuali ada pemaksaan terhadap kami dan kecuali kami melihat maslahat lebih banyak dari pada madhorot ketika kami harus ikut pemilu. Ikut Pemilu bagi kami hanyalah ketika “terpaksa” dan “darurat”. Namun begitu kami bukanlah orang yang berpaham teroris atau irhaby yang membolehkan membunuh orang kafir (Non Muslim) apalagi orang Muslim di negeri ini. Kami nyatakan permusuhan dan kebencian kami kepada mereka para teroris. Kami akan perang dan mengangkat senjata di bawah satu komando yaitu Presiden RI sebagai Ulil Amri kami. itulah yang kami yakini karena itulah Manhaj kami Manhaj Salaf.
Pergaulan Sosial
Pergaulan Sosial bagi saya pribadi sangatlah merepotkan karena kadang kita harus bersinggungan atau menambah dosa-dosa yang tidak pernah kita sukai. Kita benci Ghibah namun kadang harus duduk para ahlul Ghibah, kadang sesekali kita terpaksa ikut di acara-acara ahlul bid’ah juga. Semoga Allaah mengampuni kami atas kesalahan ini. Terhadap orang kafir saya sendiri ramah asalkan mereka baik kepada kita, namun kami tidak akan menjadikan mereka penolong kami, teman akrab kami apalagi sandaran kami. Kami hanyalah mencontoh akhlak Nabi yang harus selalu ramah dan senyum kepada siapa saja. Kami berharap dengan kebaikan kami itu mereka akan tertarik hatinya dan bisa menerima kebenaran tauhid bahwa Tidak Ada sesembahan yang Haq disembah kecuali Allaah dan Nabi Muhammad adalah hamba dan Nabi-Nya serta Rosul Allaah yang terakhir. Saya pribadi tentu saja bukanlah seseorang yang sempurna masih banyak dosa karena pergaulan sosial ini namun kami tidak menghindarinya karena menghindarinya akan semakin membuat mereka akan jauh dari menyaksikan kebaikan.
Nasab atau Keturunan
Saya dilahirkan dari keluarga penganut organisasi Rifa’iyah yaitu para murid dan pengikut Syaikhina Kyai Haji Ahmad Ar-Rifa’i semoga Allaah meromati beliau dan mengampuni beliau, itu kenapa saya sering memakai nama Ar-Rifa’i dibelakang nama saya. Saya sering menyebutkan nama saya Rif’an Muazin Ibnu Asro Ibnu Basiran Ar-Rifa’i, Ar-Rifa’i di sini mengacu pada nama beliau. Meskipun saya banyak berlepas diri dari pendapat-pendapat beliau yang bermadhab As’Ary dalam Asma’ dan Sifat Allaah (Ta’wil) sementara saya sendiri menolak adanya Ta’til (menihilkan), Ta’wil (menyimpangkan) Asma dan sifat Allaah, namun kami meyakini Asma dan Sifat Allaah sebagaimana para Sahabat yaitu dengan meyakini adanya tanpa menanyakan “bagaimana caranya” (takyif). Saya lahir dari seorang ibu yang juga Ahlu Rifa’iyah yaitu mendiang Siti Mu’inah bintu Juremi, Semoga Allaah mengampuni dosa-dosa beliau dan memasukkan beliau di jannahnya serta semoga Allaah selalu menjaga bapak saya Asro ibnu Basiran. Saya merupakan anak terakhir, saudara-saudara saya adalah Ali Ikhwan dan Muslim dan Saudari tiri saya adalah Iskhoziah, saya sudah menganggapnya saudara kandung saya, sehingga kami bertiga membagi bagian kami untuk beliau (Mbak Is) semoga Allaah memberikan kelancaran usaha untuk suaminya dan semoga Allaah segera mempertemukan jodoh terbaik untuk kakak-kakakku yang lainnya.
Pendidikan
Pendidikan adalah salah satu pintu kesombongan selain uang, kendaraan, keturunan, rupa dan pasangan. Sayang sekali secara global pendidikan saya tidak bisa saya jadi alasan untuk kesombongan saya. Hehehe… Pasalnya saat saya masuk ke MI (Madrasah Ibtidaiyah, sederajat dengan Sekolah Dasar, namun secara pendidikan moral dan pendidikan agama Islam memiliki nilai plus) saya tidaklah berprestasi, bahkan saat kelas 2 MI saya terpaksa menempuhnya selama 2 tahun, alias saya pernah tidak naik kelas. Bahkan saya baru bisa membaca sedikit-demi sedikit baru sejak kelas 4 MI. Namun di balik itu semua ada anomali di balik itu. Di mana meskipun nilai lainnya jelek namun saya unggul di pelajaran Matematika, dan Alhamdulillaah cukup dikenal oleh warga desa saya masalah hal ini. Meskipun tetap saja itu tidak banyak membantu karena setiap menerima raport saya mendapatkan ranking yang termasuk golongan bawah. Bersambung….